Bayangkan satu hari di usaha Anda

Pagi

Buka shift, langsung jualan

Kasir membuka shift dengan saldo awal per tipe pembayaran. Menu, meja, dan printer sudah siap di layar POS.

Siang

Jam makan siang yang tenang

Tamu memindai QR di meja dan memesan sendiri. Pesanan masuk ke kasir dengan notifikasi, tiket makanan tercetak di dapur, minuman di bar.

Sore

Rombongan minta bayar terpisah

Kasir membuka Pisah Bill, memilih item tiap tamu, dan masing-masing langsung menjadi nota sendiri.

Malam

Tutup toko, laporan sudah siap

Kasir menutup shift dan mencocokkan kas. Stok bahan sudah berkurang sesuai resep, dan laba tiap menu bisa dilihat di laporan.

Sekarang bandingkan dengan hari yang biasa Anda jalani: kertas pesanan yang menumpuk, pelayan yang bolak-balik ke dapur, kalkulator untuk pisah bill, dan stok bahan yang dihitung manual setelah toko tutup.

Pertanyaannya sederhana: kalau bisa semudah itu, kenapa masih mau repot?

Semua kemudahan di atas ada dalam satu sistem, dari meja tamu, ke dapur, sampai buku besar. Berikut fitur-fiturnya.

Di meja: tamu memesan sendiri

1. Pesan lewat QR di meja

Tempel QR di tiap meja. Tamu memindainya dengan ponsel, memilih menu per kategori, memilih varian, lalu mengirim pesanan. Halaman pesanan terbuka di browser ponsel, tanpa aplikasi tambahan.

  • Langsung sampai ke kasir. Begitu pesanan dikirim, kasir mendengar notifikasi dan meja itu berubah warna sebagai tanda ada pesanan baru.
  • Tambah pesanan semudah pesan pertama. Tamu memesan lagi dari meja yang sama. Item yang sudah dikirim terkunci, jadi dapur memasak pesanan yang pasti.
  • Harga dihitung otomatis. Harga, diskon, dan pajak mengikuti pengaturan produk dan POS. Tamu tinggal memilih.
  • QR siap tempel. Dicetak dari menu Cetak QrCode Meja, lengkap dengan bingkai potong untuk tent card.

Pelayan Anda tidak lagi bolak-balik mencatat pesanan. Mereka bisa fokus mengantar makanan, membersihkan meja, dan membuat tamu ingin kembali.

2. Tamu bayar dari meja, kasir tinggal menutup meja

Bila POS memiliki tipe pembayaran payment gateway, tamu menyelesaikan pembayaran dari ponselnya sebelum pesanan terkirim. Di layar kasir muncul tanda Sudah Dibayar Pengunjung, pembayaran sudah terisi, dan tombol simpan berubah menjadi Tutup Meja.

Tamu tidak perlu melambai-lambai meminta bill, dan kasir tidak perlu mengetik ulang nominal pembayaran.

3. Meja tertata per area

Meja dikelompokkan per area, misalnya indoor, outdoor, VIP, atau lantai dua. Kasir membuka meja, mencatat nama dan jumlah tamu, memindahkan pesanan ke meja lain bila tamu pindah, dan mencetak bill sementara untuk diperiksa tamu sebelum membayar.

4. Pisah bill tanpa kalkulator

Rombongan kantor ingin bayar sendiri-sendiri? Kasir memilih item dan jumlah yang dibayar satu tamu, lalu item itu dibayar sebagai nota terpisah. Sisanya tetap di meja, bisa dipisah lagi untuk tamu berikutnya atau dibayar sekaligus. Diskon per item ikut dibagi sebanding jumlahnya, jadi kasir tidak perlu menghitung ulang.

Di dapur dan bar: tiket yang tepat, ke tempat yang tepat

5. Makanan ke dapur, minuman ke bar

Setiap printer order diarahkan ke grup produk tertentu. Makanan tercetak di dapur, minuman tercetak di bar. Saat kasir menekan Print Order, yang dicetak hanya item baru sejak cetakan terakhir.

Tamu menambah dua es teh? Bar menerima tiket dua es teh, bukan seluruh pesanan meja dari awal. Dapur dan bar cukup membuat apa yang tertulis di tiket, tanpa harus memilah mana pesanan lama.

6. Satu label untuk setiap botol minuman

Untuk kedai minuman dan usaha minuman botolan, satu printer order bisa diatur mencetak satu lembar per unit. Pesanan Es Teh x 3 dan Kopi x 2 menghasilkan lima label. Tiap label memuat satu minuman beserta urutannya (misalnya 2/3), tanggal dan jam cetak, varian bila ada, meja atau nama tamu, dan nomor nota.

Cukup printer thermal struk biasa dengan kertas stiker gulung. Barista tidak perlu lagi menulis nama tamu di gelas dengan spidol.

7. Varian dan topping tanpa menghafal harga

Ukuran, level gula, ekstra shot, topping, atau bungkus dibawa pulang diatur sebagai Varian Penjualan dengan tambahan harga, dan berlaku untuk grup produk yang Anda pilih. Kasir dan tamu yang memesan lewat QR memilihnya dari dialog yang sama, dan tambahan harganya ikut masuk sendiri. Kasir baru pun bisa langsung melayani tanpa menghafal daftar harga topping.

Di gudang dan pembukuan: tanpa hitung manual

8. Resep yang memotong stok bahan sendiri

Lupakan menghitung bahan dengan buku tulis. Buat menu sebagai produk berkategori paket, lalu isi bahan beserta takarannya, misalnya 0,2 kg beras, 1 butir telur, dan 0,03 liter minyak. Takaran boleh pecahan.

Setiap kali menu itu terjual, stok tiap bahan berkurang sesuai takaran, dan HPP menu dihitung dari nilai bahannya. Laporan Penjualan Per Divisi, Departemen dan Produk lalu menampilkan laba dan profit margin tiap menu.

Tanpa spreadsheet dan tanpa rumus, Anda bisa melihat menu mana yang paling menguntungkan dan pantas dijadikan andalan.

9. Stok dan jurnal mengikuti penjualan sepanjang hari

Dengan Posting Langsung, setiap nota memotong stok dan masuk jurnal begitu disimpan. Stok bahan dan buku besar sudah mutakhir di tengah jam operasional, dan tutup shift menjadi jauh lebih ringan. Bila sakelar ini dibiarkan mati (bawaan), semuanya diposting saat shift ditutup, seperti biasa.

10. Satu pembukuan, plus Asisten AI

Penjualan dari kasir masuk ke stok, jurnal, dan laporan keuangan di sistem yang sama. Tidak ada rekap Excel yang harus dicocokkan di akhir bulan. Ingin tahu penjualan hari ini atau posisi piutang? Tanyakan ke Asisten AI dengan kalimat biasa. Faktur pemasok yang difoto juga bisa dibaca menjadi berkas CSV yang siap diimpor.

Di kasir: cepat untuk kasir, tenang untuk pemilik

11. Shift dan hak akses yang sudah diatur

Shift dibuka dengan saldo awal per tipe pembayaran dan ditutup dengan mencocokkan jumlah fisik, dan selisihnya langsung terlihat. Hanya peran yang diberi hak yang bisa menutup shift, dan tombol diskon serta ubah harga bisa dikunci per peran. Anda tidak perlu berjaga di kasir sepanjang hari untuk tahu semuanya berjalan sesuai aturan.

12. Promo, poin, dan harga khusus ojek online

  • Promo jam tertentu. Aturan diskon ditulis sebagai rumus yang bisa membaca jam transaksi, cocok untuk promo jam sepi.
  • Hadiah produk. Misalnya beli 10 gratis 1, dihitung otomatis.
  • Poin pelanggan. Poin terkumpul dari transaksi dan bisa dipakai sebagai alat bayar.
  • Harga berbeda untuk ojek online. Setiap satuan produk punya hingga tujuh level harga jual. Buat pelanggan khusus pesanan ojek online dengan level harganya sendiri, lalu pilih pelanggan itu sebelum memasukkan menu.

13. Layar pelanggan yang ikut berjualan

Layar pelanggan menampilkan isi pesanan, total, dan poin kepada tamu, ditambah slide promosi yang Anda pilih. Tamu memeriksa pesanannya sendiri, dan menu andalan Anda tampil tepat di depan mata orang yang sedang memegang dompet.

14. Ruang VIP, karaoke, atau biliar dihitung per waktu

Meja atau ruangan bisa disewakan berbasis waktu, lengkap dengan satuan waktu, minimum sewa, dan peringatan sebelum waktu habis. Unit sewa yang grupnya diaktifkan untuk reservasi juga dapat dipesan pelanggan secara online, dengan uang muka minimal yang Anda tentukan.

Cara repot dibandingkan cara Acosys

PekerjaanCara repotCara Acosys
Mencatat pesananPelayan menulis di kertas, lalu membacakannya ke dapur.Tamu memesan sendiri lewat QR, atau kasir memasukkannya di POS.
Pesanan ke dapur dan barSatu kertas untuk semua, diantar bolak-balik.Tiket tercetak sendiri di printer dapur dan bar, hanya berisi item baru.
MembayarTamu menunggu bill, kasir mengetik nominal.Tamu bisa membayar dari meja, kasir tinggal menutup meja.
Pisah billKalkulator dan coretan di kertas.Pilih item, bayar sebagai nota terpisah, sisanya tetap di meja.
Stok bahanDihitung manual setelah toko tutup.Berkurang sendiri setiap porsi terjual, sesuai takaran resep.
HPP dan laba per menuDihitung sendiri di spreadsheet.Tampil per menu di laporan penjualan.
Laporan untuk pemilikMenunggu rekap akhir bulan.Stok dan jurnal mutakhir sepanjang hari dengan Posting Langsung.

Langkah memulai

  1. Buat Grup Meja dan Meja sesuai area di tempat usaha Anda.
  2. Di Konfigurasi Point Of Sale, nyalakan Menggunakan Meja Pelanggan dan Gunakan Order via QR Code.
  3. Atur Printer Order POS per grup produk: makanan ke dapur, minuman ke bar atau printer label.
  4. Isi Varian Penjualan Produk: ukuran, level gula, topping, dan bungkus dibawa pulang.
  5. Ubah menu terlaris menjadi produk paket yang berisi bahan dan takarannya.
  6. Cetak QrCode Meja dan tempel di tiap meja.
  7. Opsional: tambahkan tipe pembayaran payment gateway agar tamu bisa membayar dari meja.

Yang perlu diketahui sebelum mulai

HalPenjelasan singkat
Masa berlaku QRQR meja memuat tanggal kedaluwarsa. Setelah tanggal itu lewat, pindaian ditolak dan QR harus dicetak ulang.
Shift kasirHalaman pesan via QR hanya memuat menu bila ada shift kasir yang aktif di POS tersebut.
Tambah pesanan setelah bayar onlineLayar tamu terkunci setelah pembayaran berhasil. Kasir menutup meja dulu, lalu tamu memindai ulang untuk sesi baru.
Pisah billMinimal satu item harus tetap di meja. Tidak berlaku untuk meja sewa dan meja yang sudah dibayar tamu lewat QR.
Label minumanDirancang untuk kertas stiker gulung tanpa celah di printer thermal struk. Atur Jumlah Rangkap Cetak printer label di Konfigurasi APS menjadi 1. Cetak ulang label yang rusak belum tersedia dari POS.
Takaran resepDiisi dalam satuan dasar bahan, sesuai master produk bahan tersebut (misalnya kg atau liter).
Posting LangsungBawaannya mati dan tidak bisa diubah selagi shift berjalan. Stok boleh minus di tengah shift, tetapi tutup shift ditolak selama masih ada produk bersaldo minus.
Asisten AIMemakai kredit AI dan hanya tersedia untuk peran yang diberi izin.

Pertanyaan yang sering muncul

Tidak. Setelah QR dipindai, halaman pesanan terbuka di browser ponsel tamu.

Tidak. Print Order hanya mencetak item yang belum pernah dicetak. Bila tidak ada tambahan pesanan, tidak ada item baru yang dikirim ke dapur.

Bisa. Setiap printer order diarahkan ke grup produk tertentu. Buat satu printer order untuk grup makanan dan satu lagi untuk grup minuman.

Ya, bila menu dibuat sebagai produk paket yang berisi bahan dan takarannya. Stok bahan dipotong saat shift ditutup, atau langsung saat nota disimpan bila Posting Langsung diaktifkan.

Bisa, lewat Pisah Bill. Kasir memilih item dan jumlah yang dibayar tiap tamu, dan setiap bagian menjadi nota sendiri.

Kenapa masih memilih cara yang repot?

Usaha makanan dan minuman sudah cukup sibuk: bahan harus segar, tamu harus puas, karyawan harus diatur. Sistem yang Anda pakai seharusnya meringankan pekerjaan itu, bukan menambahnya.

Mulailah dari yang paling terasa: QR di meja dan print order ke dapur. Rasakan seminggu bagaimana pelayan tidak lagi bolak-balik mencatat dan dapur menerima tiket yang rapi. Lalu ubah lima menu terlaris menjadi resep, dan buka laporan laba per menu untuk pertama kalinya. Setelah terbiasa, Anda mungkin hanya punya satu pertanyaan: kenapa tidak dari dulu?