Cut Off Transaksi

Cut-off dipakai untuk menentukan batas transaksi lama, membuat snapshot opening balance pada tanggal cut-off, memposting opening draft ke tabel aktif, memverifikasi hasilnya, lalu mengarsipkan atau membersihkan transaksi lama bila hasilnya sudah benar.

Cut-off adalah proses besar. Selalu buat backup baru sebelum menekan Execute, Post Opening Drafts, atau Archive and Purge.

Apa Yang Dikerjakan Cut Off

Kapan Cut Off Dipakai

Sebelum Memulai Cut Off

  1. Pastikan tanggal cut-off sudah final dan disetujui pihak finance atau owner.
  2. Pastikan akun lawan atau contra account sudah benar, karena akun ini akan dipakai sebagai pasangan jurnal opening.
  3. Pastikan transaksi draft tertunda, POS yang masih terbuka, saldo negatif inventory, saldo hutang negatif, dan saldo piutang negatif sudah dibereskan bila memang muncul di precheck.
  4. Pastikan tidak ada user lain yang sedang mengedit atau mengoreksi transaksi lama selama proses cut-off berjalan.
  5. Buat backup baru dari menu Maintenance.

Kapan Sebaiknya Cut Off Dijalankan

Blocker Yang Harus Dicek

Sebelum execute, finalize, atau post opening drafts, halaman cut-off menampilkan precheck. Bila ada blocker, selesaikan dulu sebelum lanjut.

  • Pending draft / virtual transaction: masih ada draft transaksi yang belum selesai.
  • Open POS: masih ada sesi POS yang terbuka.
  • Negative inventory: ada saldo stok negatif pada kombinasi produk atau SN tertentu.
  • Negative payable: ada saldo hutang bernilai negatif.
  • Negative receivable: ada saldo piutang bernilai negatif.

Status Batch Cut Off

Prepared / Snapshotted

Batch sudah dibuat dan snapshot opening row sudah tersimpan, tetapi belum diaktifkan sebagai cut-off final.

Finalized

Batch disahkan sebagai batch cut-off yang aktif. Setelah ini opening draft dapat diposting.

Opening Posted

Opening draft sudah ditulis ke tabel aktif untuk review dan verifikasi hasil.

Purged

Transaksi lama sudah diarsipkan atau dibersihkan. Setelah tahap ini rollback normal tidak lagi tersedia.

Alur Cut Off Yang Disarankan

  1. Preview
    Isi tanggal cut-off dan akun lawan, lalu klik preview. Di tahap ini user meninjau jumlah row yang akan terkena dan estimasi opening balance per modul.
  2. Execute
    Sistem membuat batch cut-off dan menyimpan snapshot opening row. Tahap ini belum menghapus transaksi lama.
  3. Review Batch Detail
    Buka detail batch untuk memeriksa snapshot rows, opening groups, nilai opening, dan detail per modul.
  4. Finalize Batch
    Tandai batch sebagai batch cut-off yang aktif. Batch finalized adalah syarat sebelum opening draft diposting.
  5. Post Opening Drafts
    Sistem menulis opening balance ke tabel aktif. Tahap ini dipakai untuk pengujian hasil opening sebelum transaksi lama dibersihkan.
  6. Verify Batch
    Bandingkan hasil posting dengan snapshot batch. Pastikan tidak ada mismatch sebelum lanjut ke purge.
  7. Archive and Purge
    Setelah opening dinyatakan benar, transaksi lama sebelum tanggal cut-off bisa diarsipkan atau dibersihkan dari tabel aktif.
  8. Delete Archive Tables
    Ini opsional dan hanya dilakukan bila Anda memang ingin menghapus tabel arsip *_cutoffarchive setelah purge selesai dan file arsip sudah tidak dibutuhkan lagi.

Contoh Alur Praktis

  1. Finance menetapkan tanggal cut-off, misalnya 2026-02-28.
  2. Admin membuat backup baru dari menu Maintenance.
  3. User mengisi tanggal cut-off dan akun lawan, lalu menjalankan preview.
  4. Jika precheck masih merah, blocker dibereskan dulu.
  5. Jika preview masuk akal, jalankan execute untuk membuat snapshot batch.
  6. Buka detail batch, periksa opening rows dan modul yang terkena.
  7. Finalize batch, lalu post opening drafts.
  8. Cek sampel saldo hutang, piutang, inventory, dan GL.
  9. Jalankan verify batch.
  10. Jika verify sudah bersih, baru lanjut archive and purge.

Penjelasan Tombol Penting

Dipakai untuk melihat estimasi modul yang terkena cut-off, jumlah affected rows, jumlah opening groups, dan ringkasan hasil opening balance sebelum batch dibuat.

Membuat batch cut-off dan snapshot opening balance. Tahap ini adalah titik awal batch yang nanti bisa direview dan difinalkan.

Mengaktifkan batch sebagai cut-off final. Setelah finalized, batch bisa dipakai untuk posting opening draft.

Menulis opening draft ke tabel aktif. Untuk batch yang sama, posting ulang dipakai untuk mengganti hasil posting batch tersebut, bukan membuat batch baru.

Membandingkan snapshot batch dengan hasil aktual setelah posting. Bila ada mismatch, periksa dulu sebelum purge.

Mengarsipkan dan menghapus transaksi lama sebelum tanggal cut-off dari tabel aktif. Lakukan hanya setelah hasil opening dipastikan benar.

Membatalkan posting opening draft dan menurunkan batch kembali ke kondisi snapshot. Rollback tidak tersedia lagi setelah purge selesai.

Modul Yang Dicakup

Setelah Post Opening Drafts, Apa Yang Harus Dicek

Checklist Verifikasi Minimal

Area Apa yang Dicek Contoh Pemeriksaan
Payable Saldo supplier penting dan total hutang Bandingkan beberapa supplier utama dengan laporan sebelum cut-off.
Receivable Saldo customer penting dan total piutang Ambil sampel customer aktif dan pastikan angka opening cocok.
Inventory Qty dan nilai produk utama Cek produk fast moving, serial number penting, atau item bernilai besar.
General Ledger Saldo akun non-subledger Bandingkan akun kas tertentu, biaya, atau akun penyesuaian yang kritikal.

Risiko Cut Off

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Cut Off

Praktik Aman Saat Cut Off

  1. Lakukan preview dan review detail batch lebih dulu.
  2. Gunakan cut-off pada jam minim transaksi atau saat user operasional tidak sedang input transaksi lama.
  3. Setelah posting opening drafts, cek saldo hutang, piutang, inventory, dan GL dari sampel transaksi penting.
  4. Jalankan verify batch sebelum purge.
  5. Simpan backup sebelum dan sesudah batch penting bila database sangat kritikal.

Kapan Harus Rollback

Jika Post Opening Drafts Gagal

  1. Jangan langsung membuat batch baru.
  2. Buka kembali detail batch yang sama, lalu cek apakah batch sudah Finalized dan apakah status purge masih belum berjalan.
  3. Cek apakah error berasal dari blocker data, performa server, atau timeout proses.
  4. Jika batch yang sama belum purge, posting ulang batch yang sama biasanya dipakai untuk mengganti hasil posting batch itu, bukan menumpuk opening baru.
  5. Setelah retry berhasil, tetap lakukan verifikasi saldo sample dan verify batch sebelum melanjutkan ke purge.
  6. Jika hasil retry tetap tidak benar, lakukan rollback batch lalu telusuri akar masalah sebelum mencoba lagi.

Tanda Batch Belum Aman Dipurge

FAQ Singkat

Tidak. Execute hanya membuat batch dan snapshot opening. Penghapusan atau arsip transaksi lama baru terjadi pada tahap archive and purge.

Untuk batch yang sama, posting ulang dipakai untuk mengganti hasil posting batch itu. Tetap lakukan hanya jika Anda paham alasannya dan batch belum masuk tahap purge.

Setelah opening sudah diposting, sample saldo sudah dicek, dan verify batch tidak lagi menunjukkan masalah yang belum terselesaikan.

Hubungan Dengan Maintenance

Halaman cut-off dibuka dari tab Others pada menu Maintenance. Sebelum memulai cut-off, biasakan kembali ke Maintenance untuk membuat backup terlebih dahulu.

Buka Dokumentasi Maintenance

Lokasi Menu