Daftar Divisi
Daftar Divisi dipakai untuk memisahkan transaksi, stok, nomor dokumen, dan laporan berdasarkan cabang atau unit usaha.
Dipakai Oleh
admin operasional sesuai hak akses menu
Jenis Data
pengaturan
Kunci Pencarian
Kode
Kapan Form Ini Dipakai
- Saat perusahaan menambah cabang, unit usaha, outlet, atau area operasional baru.
- Saat nomor dokumen perlu dipisahkan per divisi agar transaksi setiap cabang tidak bercampur.
- Saat akun laba rugi, selisih kurs, atau selisih kas untuk divisi perlu diatur.
- Saat format nomor transaksi berubah dan perlu diterapkan untuk divisi tertentu.
Sebelum Mengisi
- Pastikan kode dan nama divisi sudah disepakati dengan tim operasional dan akuntansi.
- Pastikan akun L/R Sekarang, L/R Selisih Kurs, dan Laba/Rugi Selisih Kas sudah dibuat.
- Siapkan pola nomor dokumen untuk modul pembelian, penjualan, stok, jurnal, manufaktur, dan payroll bila dipakai.
- Periksa nomor urut terakhir sebelum mengubahnya karena nilai ini memengaruhi nomor dokumen berikutnya.
Alur Kerja
- Buka menu Daftar Divisi, lalu tambah divisi baru atau edit divisi yang sudah ada.
- Isi kode dan deskripsi divisi sesuai nama cabang atau unit usaha.
- Atur format nomor dokumen untuk modul yang dipakai oleh divisi tersebut.
- Periksa nomor urut terakhir. Ubah hanya jika sedang koreksi numbering atau migrasi data.
- Pilih akun-akun default yang diperlukan untuk jurnal dan selisih nilai.
- Simpan, lalu uji pembuatan transaksi baru untuk memastikan nomor dokumen keluar sesuai pola.
Field yang Perlu Diperhatikan
| Field | Penjelasan Untuk Pengguna | Status |
|---|---|---|
Kodeid |
Kode divisi dipakai untuk membedakan cabang atau unit usaha pada transaksi dan laporan. | Wajib |
Deskripsidescription |
Nama atau keterangan divisi yang tampil di pilihan transaksi dan laporan. | Wajib |
Formatfrmsupplierdpid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirsupplierdpidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Urut Terakhirpurchaserequisitionidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Urut Terakhirpurchaseorderidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Urut Terakhirgoodsreceiptidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Urut Terakhirpurchaseidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Urut Terakhirpurchasereturnidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmpurchasepaymentid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirpurchasepaymentidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Urut Terakhirpayableadjustidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmcustomerdpid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhircustomerdpidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Urut Terakhirsalesorderidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Urut Terakhirdeliveryorderidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Urut Terakhirsalesidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Urut Terakhirrentalreturnidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Detail dan Relasi
- Bagian format dan urut terakhir mengatur numbering dokumen per modul. Tidak semua baris perlu diubah, cukup modul yang dipakai oleh divisi.
- Akun default pada bagian bawah dipakai oleh proses akuntansi saat aplikasi membentuk jurnal terkait divisi.
Dampak Setelah Simpan
- Divisi aktif bisa dipilih pada transaksi, departemen, role, dan laporan yang memakai pemisahan cabang.
- Format nomor dokumen menentukan nomor transaksi berikutnya untuk divisi tersebut.
- Nomor urut terakhir yang salah dapat membuat nomor dokumen loncat, bentrok, atau tidak sesuai arsip.
- Akun default yang salah dapat memengaruhi jurnal dan laporan keuangan.
Masalah Umum
- Nomor dokumen tidak sesuai: cek format dan nomor urut terakhir pada divisi yang dipakai transaksi.
- Divisi tidak muncul saat input: periksa status aktif, hak akses role, dan filter divisi pengguna.
- Jurnal tidak masuk akun yang benar: periksa akun default pada data divisi.
- Data tidak bisa disimpan: pastikan kode, deskripsi, dan akun wajib sudah diisi.
Field Tersedia
Daftar berikut merangkum field yang tersedia di form. Field yang jarang dipakai tetap dicantumkan agar mudah ditelusuri saat training atau support.
| Field | Penjelasan Untuk Pengguna | Status |
|---|---|---|
Kodeid |
Kode divisi dipakai untuk membedakan cabang atau unit usaha pada transaksi dan laporan. | Wajib |
Deskripsidescription |
Nama atau keterangan divisi yang tampil di pilihan transaksi dan laporan. | Wajib |
Formatfrmsupplierdpid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirsupplierdpidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmpurchaserequisitionid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirpurchaserequisitionidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmpurchaseorderid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirpurchaseorderidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmgoodsreceiptid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirgoodsreceiptidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmpurchaseid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirpurchaseidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmpurchasereturnid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirpurchasereturnidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmpurchasepaymentid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirpurchasepaymentidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmpayableadjustid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirpayableadjustidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmcustomerdpid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhircustomerdpidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmsalesorderid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirsalesorderidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmdeliveryorderid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirdeliveryorderidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmsalesid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirsalesidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmrentalreturnid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirrentalreturnidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmtaxid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirtaxidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmsalesreturnid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirsalesreturnidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmsalespaymentid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirsalespaymentidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmreceivableadjustid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirreceivableadjustidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrminventoryid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirinventoryidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmjournalentryid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirjournalentryidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmmanufactureid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirmanufactureidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Formatfrmpayrollid |
Format nomor dokumen untuk tipe transaksi terkait di divisi ini. | Opsional |
Urut Terakhirpayrollidno |
Nomor urut terakhir untuk tipe dokumen terkait. Ubah hanya saat koreksi numbering benar-benar diperlukan. | Wajib |
Akumulasi Diskon Penjualanacumsalesdisc |
Akumulasi Diskon Penjualan menentukan diskon. Pastikan jenis diskon persen atau nominal sudah sesuai. | Opsional |
Update Sales Representative Terakhirupdlastsalesmanidtocust |
Menandai kapan data sales representative terakhir diperbarui untuk divisi ini. | Opsional |
Akun L/R Sekarangretainedearningacc |
Akun laba rugi berjalan yang dipakai saat proses akuntansi membutuhkan akun default divisi. | Wajib |
Akun L/R Selisih Kursexchangerateacc |
Akun untuk mencatat selisih kurs yang muncul pada transaksi divisi ini. | Wajib |
Laba/Rugi Selisih Kasprofitlossdiffcashacc |
Akun untuk mencatat selisih kas pada proses kasir atau penutupan kas. | Wajib |
Pembuatusercreate |
Pengguna yang membuat data divisi. | Opsional |
Pengubahuseredit |
Pengguna yang terakhir mengubah data divisi. | Opsional |
Terakhir Diubahupdatetimestamp |
Waktu terakhir data divisi diperbarui oleh aplikasi. | Opsional |
Daftar Departemendepartement |
Daftar departemen yang berada di bawah divisi ini dan bisa dipakai untuk pemisahan transaksi atau laporan. | Opsional |
Checklist Pengguna
Lokasi Menu
- Umum / Daftar Divisi
/form/division