CARA MENGATUR HASIL LABA USAHA

CARA MENGATUR HASIL LABA USAHA

Coba tanya kepada semua pelaku usaha, apakah yang paling diinginkannya didunia ini? Oke selain Liburan mewah, Kebebasan finansial, serta waktu yang tidak terikat. Apa hal paling mendasar yang diinginkan oleh seorang pelaku usaha? Keuntungan! Betul semua pengorbanan, semua usaha, serta semua daya rela dikerahkan oleh para pelaku usaha untuk mendapatkan hasil akhir berupa keuntungan. Namun tentu saja setelah keuntungan diraih, sebagai seorang pelaku usaha juga dituntut untuk lebih bijak mengelola keuntungan tersebut. Belanjakan dengan kurang bijak, dan dapat dipastikan semua kerja keras serta pengorbanan Anda tidak akan memberikan kesejahteraan bagi diri Anda sendiri maupun untuk perusahaan yang Anda jalankan.

Nah kali ini mari kita cari tahu, bagaimana mengelola laba usaha yang Anda dapatkan dengan lebih maksimal.

1. Investasikan 20% dari laba bersih.

20% ini bisa Anda gunakan untuk investasi dan sebagai dana cadangan. Anda investasikan agar berguna untuk memenuhi kebutuhan operasional usaha pada jangka panjang dan hanya diambil saat keadaan mendesak. Investasi bisa dalam bentuk tabungan, emas, deposito, properti, atau investasi dalam bentuk meminjamkan dana untuk rekan atau orang lain yang sedang berbisnis juga.

2. 10% gunakan sebagai modal pengembangan usaha.

Anda tentu butuh untuk mengembangka usaha, tambah infrastruktur perusahaan Anda, perbarui sistem pembayaran, lengkapi teknologi yang menyokong kinerja perusahaan, atau mungkin Anda perlu menambah SDM baru. Atau mungkin ini saatnya Anda membuka cabang baru dari usaha Anda, nah gunakan 10% ini untuk modal pengembangan usaha Anda.

3. Senangkan diri Anda, dan keluarga.

Anda tentu telah mengorbankan banyak hal, tenaga, fikiran, waktu dan tentu saja keluarga. Nah tidak ada salahnya Anda menggunakan 10% dari hasil keuntungan Anda untuk kebutuhan pribadi Anda dan keluarga. Hal ini juga bisa dianggap sebagai apresiasi atas kerja keras Anda dan pengorbanan keluarga dalam membangun usaha tersebut.

4. Tidak akan pernah kita bangkrut karena mendermakan harta.

Anda tentu pernah mendengar ungkapan tersebut? betul sekali tidak pernah ada dalam sejarah (sepanjang ingatan penulis) orang yang jatuh miskin karena mendermakan hartanya. Salurkan 10% dari keuntungan usaha yang Anda dapatkan dalam bentuk sumbangan, dana sosial, atau jenis kegiatan sosial lainnya. Ini perlu sebagai bentuk tanggung jawab Anda terhadap masyarakat sekitar, ingat kita adalah mahluk sosial.

5. Putarkan hasil usaha Anda sebagai modal berputar.

Dengan porsi terbesar 60%, laba usaha perlu Anda gunakan sebagai modal berputar, dana operasional yang berhubungan langsung dengan menambah volume penjualan serta stok tersedia untuk barang barang yang Anda jual.

Nah dengan lebih cermat menerapkan pembagian dari laba usaha, semoga dapat membantu Anda mengembangkan bisnis secara lebih optimal dan cepat. Tentunya keuntungan yang Anda dapatkan akan lebih banyak serta dapat memberikan kesenangan bagi Anda, keluarga, tenaga kerja, serta orang sekitar Anda.

Mari bersama berdayakan UKM Indonesia!

Sumber : www.modalku.com